Minggu, April 10, 2011

MEDIA DAN REAGENSIA PART 1

  Media adalah suatu campuran bahan yang mengandung nutrisi untuk pembiakan/pertumbuhan, mempertahankan dan menyeleksi bakteri yang dibiakkan secara invitro (diluar tubuh) sehingga dapat diketahui jenis bakterinya. Media sebagai sumber makanan bagi bakteri maka disana banyak sekali bahan-bahan atau komponen bahan yang ditambahkan dalam media, berikut ini mari kita mempelajari tentang media.

* Media berisi bahan-bahan yang berdasarkan fungsinya dapat dibagi menjadi :
1.     1. Nutrisi
Berisi protein, peptida, asam amino. Komponen protein yang diperlukan mikroorganisme adalah pepton, tergantung kebutuhannnya dapat berupa meat pepton ataupun non meat pepton (casein atau soya pepton) ataupun campuran dari keduanya.

2.      2. Energi
Bahan yang  digunakan adalah karbohidrat yang paling banyak digunakan adalah glukose, laktose, manose, sukrose, dan maltose.

3.      3. Logam dan Mineral
Dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
-          Makro komponen : Na, K, Cl, Ca, Mg, Fe
-          Mikro Komponen : Zn, Mn, Bi.
Logam dan mineral terkandung didalam pepton, buffer dan agar, sehingga seringkali tidak tercantum dalam resep.
4.      4. Buffer
Untuk pertumbuhan mikroorganisme tertentu dibutuhkan pH medium yang optimal. Contoh : Phosphat, Citrat, Acetat, dan Asam amino spesifik.

5.      5. Indikator.
Penambahan indicator merupakan cara efektif untuk mendeteksi fermentasi karbohidrat spesifik.

6.      6. Bahan Selektive
Bahan selective dapat berupa bahan kimia atau anti biotika ditambahkan pada media bertujuan untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan sehingga hanya mikroorganisme yang diinginkan tumbuh.


7.      7. Gelling Agent
Adalah agar untuk media diproses sehingga dihasilkan agar yang toksisitasnya rendah, jernih, kandungan mineralnya rendah dan kemampuan difusinya tinggi.

8.      8. Komponen lain
Misalnya darah untuk mendeteksi adanya enzim hemolitik.


>> MACAM-MACAM MEDIA
A.     a. Menurut bentuk media ada 2 macam :
1.      Media racik atau buatan sendiri
Adalah dengan cara meracik dengan buatan sesuai dengan resep yang sudah ada biasanya komponen yang ditambahkan dari beberapa macam.

2.      Media jadi atau Rehidrate
Adalah bahan jadi yang sudah dibuat oleh perusahaan atau pabrik besar. Sifatnya hygroskopis, (peka terhadap kelembapan, panas dan cahaya) cara pembuatannya tanpa dilakukan peracikan bahan lagi, hanya satu bahan saja.

B.      b. Menurut struktur media ada 3 macam :
1.      Padat
adalah agar-agar atau bahan lain misalnya telur atau serum.

2.      Semi Solid
Media yang berbentuk setengah padat dan setengah cair atau dengan kata lain nilai  kepadaatannya kecil atau cairan sedikit mengental.

3.      Cair
Media yang berbentuk cair atau sering kita namakan dengan broth, yang biasanya juga berisi nutrisi untuk pertumbuhan bakteri.

C.      c. Media berdasarkan  fungsinya
1.      Media dasar atau media sederhana
Media yang secara rutin selalu tersedia di laboratoriom  karena bahan dasar yang sangat disukai oleh bakteri.
Contohnya: Nutrien Agar , Nutrien Broth, Infution Broth , dll.

2.      Media Transport
Adalah media yang digunakan untuk pengiriman specimen dari suatu tempat ketempat laboratrium pemeriksaan , yang berisi nutrisi dan berfungsi untuk mempertahankan kehidupan bakteri , biasanya untuk pengiriman bahan pemeriksaan bakteriologii yang menggunakan swab.
Contoh :  Amies Transport Media , Cary & Blair Medium, dll.


3.      Media pemupuk atau media Enrichment/ Media yang diperkaya
Adalah media yang berbentuk cair yang digunakan berisi bahan kimia yang dapat menghambat beberapa flora normal  dan memungkinkan pertumbuhan bakteri pathogen  yang mungkin  terdapat dalam jumlah kecil dalam specimen , sehingga bakteri mudah tumbuh dengan baik dan di perbanyak .
Contoh : NaCl Broth, Pepton Alkalis 1%, Selenite Broth, Bouillon Broth,  BHIB, dll.

4.      Media Differential
Adalah media yang mempuyai beberapa kandungan kimiawi yang memberikan ciri khusus pada bakteri yang berbeda melalui  penampilan / gambaran koloni yang berbeda dengan kultur.
Contoh : Mac Conkey, EMB, Cled, KIA, dll.

5.      Media selective
Adalah media yang secara selective  menumbuhkan bakteri  komensal dengan  membedakan  warna dan kekeruhan  koloni.
Contoh :  TCBS agar, XLD agar , SS agar, dll.

6.      Media Enriched
Adalah media yang mengandung bahan penambahan pertumbuhan guna meningkatkan kualitas media. Organisme tertentu tidak dapat tumbuh dalam nutrient media umum, mereka menambahkan  darah, serum, telur, glucose, dll.
Contoh : Agar darah, Livental agar, Loffler serum, dll.

7.      Media untuk reaksi biokimia
Adalah media yang digunakan untuk identifikasi kuman berdasarkan sifat-sifat biokimia dari masing-masing kuman.
No
Nama Media
Kegunaan
1               
Glukose,lactose,manose,sucrose,maltones,dll
Dektesi fermentasi oleh kuman
2
Indol reaksi
Dektesi produksi indol dari kuman golongan  Enterrobakteriaceace
3
Methyl red 
Test Methyl Red
4
Voges Proskeur
Membedekan E. coli dengan    enrerobacter aerogenes
5
Simon Citrat agar        
Membedakan golongan Enterobacteriaceace berdasarkan penggunaan  citrat sebagai sumber carbon.
6
Urea agar
Dektesi rapid Urease activitic pada golongan proteus dan non rapit Ureuase activity pada golongan  enterobacteraceace
7
Sim medium 
Membedakan golongan kuman enteric berdasarkan produksi sulfide, indol dan motilitas (gerak kuman).
8
Lysine dekarboxylase
Deteksi produksi lysine dekarboxylase pada golongan enterobacter


8.      Media Test kepekaan
Media yang digunakan untuk test kepekaan, jadi sesudah bakteri ditanam secara merata dipermukaan media kemudian diletakkan antibiotic disk pada permukaan media itu inkubasi 24 jam kemudian diamati zona hambatannya.
Contoh :
-       Diagnostic  Sensitivity  Test (DST)
-       Muller Hinton, Media yang digunakan untuk test kepekaan digunakan sesuai prosedur standart international.

9.      Media Perbenihan Jamur
Media yang bersifat asam yang digunakan untuk isolasi jamur dan yeast
Contoh : SDA ( Saboroud Dextrose Agar )

10.  Media Kultur Aerob
Media yang digunakan untuk kultur anaerob atau kedap udara biasanya diletakkan dalam tabung tutup ulir.
Contoh : Media Thioglycolate, Media cooked meat.


  Dalam pembuatan media ada hal –hal  yang perlu dilakukan dalam setiap pengerjaannya  karena ini akan berhubungan dengan kwalitas  dari media yang akan dipakai untuk indentifikasi bakteri yaitu :
A.     Base Medium / Bahan Media
Baca petunjuk pembuatan :
-   Lihat petunjuk resep ( jika media berupa racikan).
- Lihat  petunjuk label kemasan (jika media berupa Rehidrate).

B.      Alat-alat
Alat-alat gelas yang akan dipakai harus disesuaikan dengan media yang akan di buat:
-  Sesuaikan alat gelas dengan volume media yang akan dibuat.
- Sesuaikan  alat gelas  dengan media yang akan kita buat misalnya untuk media yang berbahan dasar agar-agar gunakan Erlenmeyer dan untuk media cair atau broth gunakan beaker glass.

C.      Perhitungan
 Hitung kebutuhan media yang akan kita timbang dengan benar agar kita dapatkan media yang baik misal:                
Media  TCBS  didalam label kemasan  tertera  88 gr/1, sedangkan  kita membuat 100 ml TBCS maka dpt dihitung  sbb :
                             88
                 ---------------------          X         100     =    8,8 gr
                          1000
  Jadi media  yang akan kita timbang adalah 8,8 gr untuk 100 ml TBCS


D.     Penimbangan
Gunakan alat pelindung diri misalnya masker dan sarung tangan jika menimbang  karena media berbentuk serbuk mudah berhamburan  dan toxic bagi pernafasan
-  Timbang dengan benar dan harus bebas dari angin.
-  Jangan membuka terlalu lama media setelah penimbangan.
-  Menimbang harus tepat  dikarenakan  mempengaruhi komposisi media tersebut.

E.     E.     Pelarutan
Jangan terlalu lama dalam melarutkan media karena akan merusak komposisi protein, pH maupun karbohidrat.

F.    F.      Penetapan pH
Penetapan PH bias kita lihat dalam petunjuk pembuatan media karena disana akan tertera berapa pH yang sesuai untuk media tersebut.

G.   G.      Sterilisasi
-  Segera setelah pH media segera ditutup  dengan rapat dan segera disterilisasi dengan autoklaf
-  Untuk sterilisasi kita akan bahas pada bab selanjutnya.

H.  H.      Penyimpanan media jadi
-  Seteleh media dingin simpan sesuai  dengan jenis media yang dibuat , bisa disimpan dalam almari es, suhu ruang maupun tempat gelap.
-  Untuk penyimpanan media ada hal –hal  yang harus diperhatikan  antara lain :
1.   Jangan terkena sinar matahari  secara langsung  atau terkena panas secara langsung
2.    Untuk media-media yang diperkaya dengan darah, antibiotic maupun serum harus disimpan dalam lemari es
3.   Media yang ditempatkan dicawan petri harus dijaga jangan sampai kering sebaiknya simpan didalam  lemari es dan ditempatkan dalam plastik tertutup.

I.    I.    Kontrol Kualitas
Dalam control kualitas ini media yang akan digunakan  dalam indentifikasi harus dilakukan karena itu akan berpengaruh dengan kualitas media ada beberapa tahap control kualitas yang dilakukan:
1. Secara Visual.
     Perhatikan warna dan kekeruhan secara langsung
A Bila terjadi kekeruhan dalam media cair atau terjadi perubahan warna maka bisa dipastikan media itu tidak steril atau terkontaminasi.
B Media yang dalam tabung dan berisi tabung durham jika terlihat gelembung udara dalam tabung durham maka bisa dipastikan bahwa media itu belum diseteril atau bisa juga terkontaminasi.

2.      Test Sterilisasi
Test sterilisasi ini sangat perlu karena suatu keharusan terutama pada media yang diperkaya dengan bahan-bahan tertentu :
-  Ambil sebanyak 5% dari tiap batch media, inkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37oC, jika terjadi pertumbuhan lebih dari 2 koloni  percawan petri maka seluruh media dalam batch pembuatan itu tidak dapat digunakan.
-  Dengan penanaman kuman control positif dan control negative

J.        Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada proses pembuatan media :
1.      Kwalitas aquadest yang jelek
2.      Wadah yang tercemar
3.      Terlalu panas pada proses pembuatannya
4.      Terlalu lama disimpan pada suhu 50oC
5.      pH tidak sesuai
6.      Cara melarutkan tidak sempurna
7.      Kesalahan penyimpanan media dan bahan baku
K.      Akibat dari kesalahan pembuatan media
1.      Terjadi kekeruhan atau pengendapan
2.      Warna terlalu gelap kadang-kadang media menjadi gosong
3.      Agar-agar terlalu lunak
4.      Pertumbuhan kuman yang jelek atau tidak tumbuh









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar